Breaking News

Home / Foto / Headline / News

Tuesday, 6 January 2026 - 07:05 WIB

Warga Keluhkan Toko Obat Berkedok Kios Roko Tembakau di Jalan Nana Rohana, Diduga Jual Obat Keras Tanpa Izin

Oplus_131072

Oplus_131072

 

BANDUNG – Peredaran obat-obatan keras daftar G secara ilegal kembali menjadi sorotan warga di kawasan perbatasan Kota Bandung dan Cimahi. Sebuah bangunan yang terletak di Jalan Nana Rohana Kecamatan Bandung Kulon Kelurahan Warung Muncang Depan Yayasan Surya Priangan, diduga kuat menjual obat-obatan terlarang jenis Tramadol dan Excimer secara bebas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, toko yang sekilas terlihat seperti kios kelontong ini sering didatangi oleh pemuda dan remaja pada jam-jam tertentu. Aktivitas transaksi yang cepat dan tertutup menimbulkan kekayaan yang mendalam bagi warga sekitar dan pengguna jalan yang lewat.

Dampak Sosial dan Keamanan Menurut keterangan salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya, keberadaan toko tersebut dianggap meresahkan karena memicu potensi tindak kriminalitas dan kenakalan remaja di lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Geliat di Balik Etalase: Catatan dari Kampung Pisitan

“Kami khawatir karena yang datang kebanyakan anak-anak muda. Obat-obatan seperti itu bisa kalau disalahgunakan bisa membuat orang kehilangan kesadaran dan jadi berani melakukan kriminal,” ungkapnya.

Secara hukum, penjualan Tramadol dan Excimer tanpa resep dokter merupakan pelanggaran berat terhadap:

UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan: mengatur ketatnya peredaran obat keras yang harus melalui pengawasan tenaga medis ahli.

Risiko Pidana: Pelaku pengedar obat keras tanpa izin edar dapat dijerat hukuman penjara maksimal 12 tahun atau denda miliaran rupiah.

Penyalahgunaan obat jenis ini secara medis dapat menyebabkan kerusakan saraf pusat, ketergantungan, hingga gagal jantung bagi penggunanya.

Share :

Baca Juga

Foto

Geliat di Balik Etalase: Catatan dari Kampung Pisitan

Foto

Laporan Investigasi: Temuan Peredaran Rokok Tanpa Pita Cukai Di Toko Almazumi Terus Dipantau Dan Di Monitor