Skip to content
Rabu 06 Mei 2026

Jurnal Investigasi Mabes Kaperwil Jabar M Yusup Sugara Dan Ketua Jabar SBNI Yadi Suryadi Hadir Di Undangan Seminar Prabowonomics

Tim Jurnalis Investigasi March 6, 2026

BANDUNG — Jurnal Investigasi Mabes Kaperwil Jawa Barat yang ditulis oleh M. Yusup Sugara bersama Ketua SBNI Jabar Yadi Suryadi menghadiri undangan seminar bertajuk “Prabowonomics: Menggugat Republik” yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB). Seminar ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat pemerintahan, politisi, filsuf, hingga aktivis buruh, dengan tujuan mengkaji dan menggali lebih lanjut dalam visi ekonomi yang dibawakan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran Tokoh-tokoh Kunci

Acara yang berlangsung di kampus prestisius ITB ini dihadiri oleh deretan nama besar yang mewakili berbagai sektor. Hadir sebagai pembicara utama adalah Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, SH, MH, yang juga dikenal sebagai politisi berpengalaman dari Partai Gerindra. Kehadirannya menandakan dukungan legislatif terhadap agenda ekonomi pemerintahan Prabowo.

Tak kalah menariknya, seminar ini juga dihadiri oleh Mohammad Jumhur Hidayat, yang menjabat sebagai Ketua Umum KSPSI sekaligus Ketua Dewan Penasihat GREAT Institute. Keikutsertaannya membawa perspektif kelas pekerja yang menjadi salah satu fokus utama kebijakan ekonomi pemerintahan saat ini.

Dari sisi intelektual dan intelektual, hadir pula Rocky Gerung, filsuf ternama Indonesia yang dikenal dengan kritik-kritik tajamnya terhadap kebijakan pemerintah. Kehadirannya menambah dimensi analisis yang mendalam dalam pembahasan konsep Prabowonomics .

Sementara itu, dari sisi legislatif bidang ekonomi dan keuangan, hadir Dr. H. Mukhamad Misbakhun, SE, MH selaku Ketua Komisi XI DPR RI. Komisi yang membidangi urusan keuangan, perbankan, dan perekonomian ini memegang peranan krusial dalam mengawal dan mensukseskan agenda perekonomian nasional.

Dari jajaran pemerintahan eksekutif, seminar yang dibawakan oleh dua menteri kabinet Merah Putih. Ferry Juliantono, SE, Ak., M.Si. hadir selaku Menteri Koperasi Republik Indonesia, membawa perspektif pengembangan ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Tak ketinggalan, Prof. Brian Yuliarto, ST, M.Eng., Ph.D. yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia juga memberikan kontribusi mengenai peran penelitian dan inovasi dalam perekonomian nasional.

Prabowonomics: Menggugat Republik

Tema seminar yang mengusung judul “Menggugat Republik” mencerminkan semangat kritis dan transformasi yang ingin dibawa oleh kebijakan ekonomi Prabowo. Istilah “Prabowonomics” sendiri merujuk pada paradigma ekonomi yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pada swasembada pangan, kedaulatan energi, industrialisasi, serta pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

Dalam konteks “menggugat republik” , seminar ini bukan bermaksud menentang negara, melainkan mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengkritisi ulang fondasi ekonomi Indonesia selama ini. Pembahasan menitikberatkan pada perlunya perubahan struktural yang mendasar agar Indonesia mampu menjadi negara maju dan berdaulat di bidang ekonomi.

Inti Pembahasan: Indonesia Maju dan Berkembang

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akademis namun penuh semangat kebangsaan ini memfokuskan diskusi pada beberapa isu strategis:

Pertama , penguatan kerakyatan ekonomi melalui koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat peran koperasi sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Kedua , transformasi digital dan inovasi teknologi dalam perekonomian. Menteri Brian Yuliarto menekankan pentingnya pendidikan tinggi dan penelitian untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di kancah global.

Ketiga , perlindungan dan kesejahteraan pekerja. Mohammad Jumhur Hidayat menyampaikan harapan agar kebijakan Prabowonomics tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga pada pemerataan dan keadilan sosial bagi kaum buruh.

Keempat , stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal yang berkelanjutan. Dari sisi legislatif, Mukhamad Misbakhun dan Sufmi Dasco Ahmad menegaskan dukungan DPR terhadap program-program strategis pemerintah dengan jaminan tetap dalam koridor yang transparan dan akuntabel.

Partisipasi Jurnal Investigasi dan SBNI Jabar

Kehadiran M. Yusup Sugara dari Jurnal Investigasi Mabes Kaperwil Jabar bersama Yadi Suryadi selaku Ketua SBNI Jabar (Serikat Buruh Nasional Indonesia) menunjukkan perhatian serius dari kalangan pemerhati dan aktivis terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Dalam seminar ini, mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi suara masyarakat Jawa Barat yang ingin memastikan bahwa program-program ekonomi pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Keduanya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya seminar yang menggabungkan perspektif akademisi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat sipil. Menurut mereka, pendekatan kolaboratif seperti ini penting untuk memastikan bahwa konsep Prabowonomics tidak hanya sebatas retorika, melainkan dapat diimplementasikan secara konkret demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

penutup

Seminar Prabowonomics di ITB menjadi bukti bahwa diskusi mengenai masa depan ekonomi Indonesia terus bergulir melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dengan mengusung semangat “menggugat” untuk memperbaiki, seminar ini menjadi wadah konstruktif dalam menyelaraskan visi, misi, dan program Presiden Prabowo dengan kenyataan di lapangan.

Kehadiran tokoh-tokoh kunci dari berbagai latar belakang menunjukkan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan. Bagi Jurnal Investigasi Mabes Kaperwil Jabar dan SBNI Jabar, partisipasi dalam acara ini menjadi bagian dari kontribusi aktif dalam mengawal dan mensukseskan agenda pembangunan nasional di wilayah Jawa Barat.

Share: